Kesan itu bisa kita rasakan saat kita berada di kawasan jalan Ijen, sebagai kawasan elit di kota Malang. Kawasan perumahan itu sekarang bagai monumen yang menyimpan misteri. Masih banyak bagunan peninggalan Belanda dan seringkali mengundang keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim disana untuk bernostalgia.
Kemudian sekitar Tahun 1879, kereta api di Kota Malang mulai beroperasi, sejak saat itulah kota Malang bisa berkembang dengan pesat. Sejak itulah berbagai kebutuhan masyarakat kota Malang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya ruang gerak dalam melakukan berbagai kegiatan.
Akibat perkembangan yang pesat ini, mengakibatkan banyak terjadi perubahan pada tata guna tanah, di daerah kota Malang yang terbangun, bahkan semuanya bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
Sejalan perkembangan di kota Malang ini, arus urbanisasi semakin tinggi yang mengakibatkan kebutuhan masyarakat kota Malang pada perumahan meningkat luar biasa bahkan sampai di luar kemampuan pemerintah. Sejak saat itulah kota Malang menjadi kota yang padat, terus berkembang, dan maju seperti saat ini.
Sejarah Berdirinya Kota Malang
- Malang merupakan sebuah Kerajaan yang berpusat di wilayah Dinoyo, dengan rajanya Gajayana.
- Tahun 1767 Kompeni memasuki Kota
- Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
- Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
- Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
- 1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
- 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
- 21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
- 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
- 2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
- 1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar